Korupsi PLN Sumut; Istri Albert Pangaribuan “Mengamuk” – Larang Wartawan Ambil Foto

ThePoliticaNews – Senin, 10/3/2914, 15:32 WIB

Medan – “Jangan ambil-ambil foto… Apa lagi, sudah puas kalian kan..!” Begitu teriakan histeris istri terdakwa kasus korupsi di PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU) Albert Pangaribuan yang berupaya melarang para wartawan mengambil foto suaminya.

Pelarangan berlangsung di pelataran ruang sidang utama PN Medan seusai pembacaan vonis kepada Albert (Senin, 10/3). Oleh Majelis Hakim yang dipimpin SB Hutagalung dan anggota Denny Iskandar serta Kemal Jauhari mantan General Manager KITSBU tersebut dijatuhi hukuman penjara 11 tahun ditambah denda Rp 200 juta.

Albert dinyatakan terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang dan bertindak merugikan keuangan negara pada 2008. Tindakan tersebut terkait pengadaan flame tube GT 1.2 yang design-nya berubah. Akibat perubahan tersebut negara disebutkan mengalami kerugian Rp 23,9 miliar. Sebab GT 1.2 saat ini tidak dapat berfungsi membangkitkan tenaga listrik.

Seketika hakim mengetok palu yang menandai berakhirnya pembacaan vonis, Albert langsung menemui keluarganya. Sang putri yang berada di kursi pengunjung langsung berdiri bangkit memeluk erat Albert. Lalu diikuti anggota keluarga lainnya. Tak terhindari air mata sesunggukan mengalir di wajah masing-masing mereka.

Keluar dari ruang siang aksi dramatis peluk memeluk sesame anggota keluarga terus berlangsung. Pemandangan tersebut memancing minat para wartawan untuk mengabadikannya lewat foto.

Namun alih-alih mengambil foto, untuk mendekat saja para wartawan foto berusaha dicegah istri Albert.

“Jangan ambil-ambil foto… Sudah puas kalian,” katanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wartawann yang bersiap-siap dengan kameranya.

Tak hanya istri Albert, anggota keluarganya yang lain juga ikut-ikutan melarang mengambil foto. Mereka mengelilingi Albert seakan menutupi wajahnya agar terhindar dari jepretan kamera wartawan.

Setelah berhasil menghalau wartawan, Albert dan keluarganya terlihat berdoa khusyuk. Maksudnya barangkali untuk menguatkan mereka agar kuat menghadapi vonis pengadilan tersebut.