Terobos Lampu Merah, 2 Angkot Bertubrukan dan Rusak Parah di Perempatan Ringroad

DSC00235Warga dan pengguna jalan raya berkerumun menyaksikan dua angkutan kota yang rusak parah akibat bertubrukan di perempatan ringroad – Jl. Setia Budi, Medan, Minggu (4/5). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi akibat menerobos lampu merah tersebut. 

ThePoliticaNews – Minggu, 4/6/2014, 19:35 WIB

Medan – Gara-gara menerobos lampu merah, dua angkutan kota mengalami kerusakan parah. Keduanya bertabrakan, sekitar pukul 15.20 Wib. Lokasi kejadian di perempatan ringroad – Jl. Setiabudi, Medan. Yang satu berlabel Nasional dengan nomor trayek 38 (BK 7532 DL). Satunya lagi bermerek Rajawali dengan trayek Rj 02 (BK 1839 MQ), rute Medan – Tebing Tinggi.

“Dia menerobos lampu merah, bang. Aku dalam posisi lampu hijau. Waktu kulihat dia sudah melewati zebra cross, kuklakson biar berhenti. Ternyata dia maju terus. Aku nggak bisa ngerem lagi. Tabrakanlah,” kata supir Rajawali, Rahmat (30), menjelaskan kepada ThePoliticaNews.Com.

Dari pantauan ThePoliticanews.Com di lokasi kecelakaan, angkot Nasional yang dikendarai Ginting melaju dari arah Simpang Pemda hendak menuju Pusat Pasar. Sejumlah penumpang yang terdiri atas perempuan berada di dalamnya. Diantaranya ada yang membawa bayi berusia empat bulan.

Sedangkan Rajawali meluncur dari arah Jl. Gagak Hitam hendak menuju Rampah (Perbaungan). Berisi keluarga yang terdiri atas 13 orang dewasa dan dua anak-anak. Satu dari anak kecil di dalam angkot ini mengalami luka-luka sehingga harus dilarikan ke RS.

“Dari Helvetia pulang pesta saya hendak mengantar pulang rombongan keluarga ini ke Rampah,” kata Rahmat.

Rahmat sendiri adalah bagian dari keluarga yang ikut menghadiri pesta. Dia datang membawa istrinya, Yuni, dan seorang putranya.

Kata Rahmat, karena tak bisa menghindari Nasional yang terus melaju, akhirnya Rajawali menubruknya tepat di body bagian kiri. Bersama seluruh penumpang dan pengemudi, Nasional terbalik. Selain body mobil yang penyok, sebagian kacanya juga pecah dan berhamburan. Sementara Rajawali tetap dalam posisi tegak dengan kaca bagian depan hancur berpecahan.  

Sontak seluruh penumpang, baik dari Nasional maupun Rajawali, berhamburan keluar. Di dalam Rajawali terdapat anak kecil yang mengucurkan darah dari bagian wajah. Beberapa orang perempuan dari Nasional yang mengalami luka memar akibat terhimpit terlihat meringis kesakitan. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

“Kami mau ke Carrefour tadi jalan-jalan, tahu-tahu mobil yang membawa kami kecelakaan,” kata Ibu boru Hutapea yang meringis kesakitan akibat memar di kaki bagian kirinya.

Dengan pertolongan pengguna jalan, para korban luka di bawa menepi ke teras ruko yang berada di dekat lekasi kecelakaan. Yang mengalami luka serius dibawa ke RS untuk mendapat pertolongan.

“Lihatlah itu persneling motor (angkot)-ku sampai jatuh, sudah kucoba over ke gigi tiga agar mobil berhenti ternyata tidak bisa. Akhirnya tabrakan,” kata Rahmat.

Sementara Ginting seperti mengalami kekalutan merenungkan tindakan cerobohnya menerobos lampu merah sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan. Terlihat dia berusaha menutupi wajahnya dengan handuk kecil berwarna kuning. Tangannya terus bergoyang-goyang gemetaran.

Selama beberapa saat terjadi kemacetan parah karena kedua angkot yang rusak dibiarkan tergeletak sehinga menutup sebagian badan jalan. Para pelalu lalang yang mengedarai mobil dan sepda motor yang sempat berhenti guna menyaksikan peristiwa tersebut, menambah kemacetan.

Selama lebih dari satu jam setelah kecelakaan terjadi, tak seorangpun petugas polisi terlihat muncul.  

Sejauh ini belum diketahui seperti penanganan kecelakaan tersebut terkait ganti rugi dan biaya pengobatan penumpang yang mengalami luka-luka.

*****