Inge Amalia, Caleg Terpilih DPRD Sumut Termuda yang tetap Ingin Menjadi Psikolog

DSC00752Inge Amalia Nasution SPsi

ThePoliticaNews – Sabtu, 7/6/2014, 00:57 WIB

Medan – Tinggi semampai dengan postur tubuh proporsional dibalut blus dan rok berwarna senada, biru-biru, Inge Amalia Nasution terlihat tampil energik saat mengikuti Rapat Kerja Wilayah Partai Nasdem Sumatera Utara di salah satu hotel di Medan, Jumat (6/6). Rapat untuk pemenangan pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Seperti diketahui partai yang meloloskannya menjadi calon anggota legislatif terpilih untuk DPRD Provinsi Sumut tersebut adalah salah satu pengusung Jokowi-JK berkompetisi merebut jabatan Presiden-Wakil Presiden RI 2014-2019. Bersama dengan parpol lainnya; PDI Perjuangan, PKB, Hanura, dan PKPI.

Tentu saja Inge harus energik dan penuh semangat. Ada ketua umumnya, Surya Paloh, yang datang dari Aceh seusai mendampingi JK berkampanye. Oleh sang boss seluruh kader partai hingga ke tingkat terendah di ranting-ranting bekerja seoptimal mungkin dengan segala daya upaya. Meyakinkan rakyat agar mau memilih Jokowi-JK.

Sebagai salah seorang dari lima kader yang terpilih menjadi anggota DPRD Sumut, bisa dipastikan Nasdem cukup beruntung memiliki Inge. Setidaknya usianya yang terbilang masih “hijau” menjadi garansi bahwa dia akan berbuat banyak hal dalam kapasitasnya sebagai anggota parlemen. Bagi partai dan terutama bagi masyarakat.

Lahir pada 6 Juli 1989, anak kedua dari tiga bersaudara ini baru akan berusia 25 tahun 2 bulan jika kelak resmi menjadi anggota dewan. Diperkirakan pelantikan akan berlangsung September. Dari keseluruhan anggota DPRD Sumut yang berjumlah 100, dia merupakan yang termuda usianya.

Jika ditilik dari jam terbangnya terjun ke dunia politik, bisa disebutkan masih seumur jagung. Bermula dengan bergabung ke dalam Nasdem ketika masih berstatus organisasi kemasyarakatan pada 2011. Dari situ kemudian penyendang gelar sarjana psikologi dari USU ini masuk menjadi pengurus partai untuk tingkat Sumut.

“Mulanya saya diajak oleh teman bergabung ke dalam ormas Nasdem yang membidangi kemahasiswaan yakni Liga Mahasiswa. Karena merupakan organsiasi baru saya jadi tertarik, ingin belajar-belajar” kata Inge menjawab ThePoliticaNews.Com yang menemuinya di waktu rehat Rakerwil.

Jika di Liga Mahasiswa Inge sempat mengurusi Badan Kesenian dan Kebudayaan (anggota), di partai dia dipercaya menangani Biro Pendidikan Politik yakni sebagai wakil sekretaris.

Sudah pasti menjadi surprise besar kalau kemudian perempuan lajang ini menjadi peraih suara terbesar dari kader Nasdem lainnya di daerah pemilihan Sumut 10 atau Siantar-Simalungun. Sebesar 8631 suara berhasil direbutnya. Perolehan itu yang membuatnya berhasil merebut satu dari delapan kursi yang menjadi kuota.  

“Mungkin karena saya caleg yang usianya termuda di dapil Sumut 10 sehingga sayalah yang dipilih. Masyarakat menginginkan perubahan,” katanya menjelaskan.

Inge mengaku tak menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk yang akan diberikan kepada para pendukungnya jika terpilih. Yang pasti dia tidak akan melupakan mereka. Tanpa menjelaskan detail, akan ada sesuatu yang akan dilakukannya kepada masyarakat di dapilnya karena sudah memenangkannya.

Adalah Danau Toba sebagai ikon pariwisata di Sumatera Utara salah satu yang akan mendapat perhatian khusus baginya ketika menjadi wakil rakyat. Menurutnya kunjungan wisatawan yang belum optimal ke danau vulkanik tersebut dikarenakan beberapa faktor.   

Pertama, kondisi kebersihan kawasan Danau Toba yang tercemari akibat berbagai usaha yang berlangsung di sekitarnya. Misalnya usaha keramba jaring apung yang jumlahnya cukup banyak. Kedua, keberadaan rumah atau hotel hunian bagi pengunjung yang belum memberikan rasa nyaman.

“Saya akan mendorong pemerintah member perhatian lebih kepada persoalan Danau Toba. Ujung-ujungnya kesejahteraan masyarakat akan membaik jika danau tersebut kian ramai didatangi para pelancong,” kata Inge.

Putri Direktur Utama perusahaan perkebunan PTPN IV, Erwin Nasution, ini menyadari betul masih “mentah”-nya dia di dunia politik yang bakal ditekuninya. Terutama menyangkut fungsi-fungsi yang akan dilakoninya yakni budgeting (penyusunan anggaran), legislasi (pembuatan UU atau Perda untuk DPRD), dan pengawasan terhadap eksekutif.

Oleh sebab itu wanita pemilik rambut sebahu ini berencana akan mengambil kuliah di bidang sosial politik. Belum pasti hajat tersebut akan direalisasikannya.

Kendati demikian, Inge tidak akan pernah melupakan cita-cita lamanya. Menjadi psikolog atau tepatnya psikolog klinis adalah impiannya. Satu saat dia memastikan akan melanjutkan studinya ke tingkat strata dua (pasca sarjana) guna meraih mimpi itu.  

Semoga impian tersebut tercapai. Semoga pula kepercayaan rakyat yang memilih dirinya tidak berakhir dengan kekecewaan. Semoga dalam waktu sesegera mungkin dia tak lagi kagok (seperti saat wawancara) menampilkan dirinya sebagai wakil rakyat sehingga para pendukungnya tak salah pilih.   

*****