Dicurigai Ada Konspirasi Suzuki dan Daihatsu dengan KPUM untuk “Matikan” Tunas Baru

DSC02000Sekretaris Keluarga Besar Supir/Pemilik Angkutan Kota (KESPER) Sumatera Utara Israel Situmeang (memegang toa) tengah memimpin puluhan supir angkutan kota Tunas Baru yang berdemonstrasi menuntut ditariknya KPUM trayek 67 di kantor Walikota Medan (Jumat, 8/8).

ThePoliticaNews – Jumat, 8/8/2014, 14:35 WIB

Medan – Berlangsungnya aksi protes puluhan supir angkutan kota Tunas Baru ke kantor Walikota Medan (Jumat, 8/8) sebagai akibat tumpang tindih dengan KPUM trayek 67 dicurigai akibat adanya konspirasi atau persekongkolan antara dealer mobil Suzuki dan Daihatsu bersama perusahaan angkutan terbesar di kota Medan tersebut.

Sesungguhnya KPUM 67 sudah sempat tidak beroperasi lagi. Kemudian akhir-akhir ini dihidupkan kembali. Rutenya Pinang Baris-Belawan pulang dan pergi. Hampir sama dengan rute yang dilalui Tunas Baru trayek 007 yang melintas dari Kelambir lima-Belawan. Itu sebabnya supir berikut direksi Tunas Baru melakukan demonstrasi mendatangi kantor Walikota Medan.

Demikian mencuat pada pertemuan antara supir dan direksi Tunas baru, Keluarga Besar Supir/Pemilik Angkutan Kota (KESPER) Sumatera Utara serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat.

Direksi Tunas Baru Chairi Adlan mengherankan sikap Dishub yang dianggap begitu mudah menerbitkan izin kelayakan atau HO kepada KPUM sehingga menjalankan kembali trayek 67. Akibatnya supir-supir Tunas Baru menjadi kelimpungan. Penghasilan mereka merosot drastis hingga 50%.

“Seharusnya Dishub melakukan pemberitahuan dulu apakah ada usaha angkutan lain yang terganggu jika perusahaan lain membuka trayek baru, jadi tidak seperti sekarang ini. Kami mencurigai Dishub menerima segepok uang dari dealer dan KPUM. Apalagi rute yang dilalui sudah masuk wilayah Deli Serdang,” kata Chairi.

Chairi menambahkan, sebelum KPUM menghidupkan kembali trayek 67 sebenarnya Tunas Baru sudah kesulitan. Karena sudah terlalu banyak jumlah angkutan yang beroperasi. Misalnya Gajah Mada, Rahayu, dan KPUM. Dikabarkan tak lama lagi perusahaan angkutan lain yakni Mini Wampu juga segera beroperasi di rute yang sama.

Dikuatirkan kemarahan para supir Tunas Baru akan berlanjut pada bentrokan sesama supir. Sebab sudah ada pernyataan bahwa mereka akan mencegat kenderaan KPUM 67 di tengah jalan agar tidak lagi beroperasi.

“Kami berusaha mencegah agar bentrokan antar supir tidak terjadi, tapi kami menginginkan agar KPUM trayek 67 ditarik dari operasinya,” kata Chairi menegaskan tuntutannya.

Menanggapi tuntutan Tunas Baru, Renward menyatakan bahwa Dishub tidak pernah menerbitkan izin trayek melampaui batas wilayah kota Medan. Termasuk KPUM 67 yang dikatakan memasuki wilayah Deli Serdang. Oleh sebab itu dia menjanjikan akan menegur KPUM yang sudah melanggar izin yang diberikan.

“Hari Senin (11/8) akan saya undang berbagai pihak terkait untuk menyelesaikan masalah pelanggaran wilayah batas operasional angkutan ini, saya memerintahkan agar KPUM 67 tidak lagi melewati batas sempai ada pembicaraan,” kata Renward.

Sementara itu Sekretaris KESPER Israel Silitonga membenarkan adanya konspirasi antara dealer Suzuki dan Daihatsu dengan KPUM demi terbitnya kembali izin operasi trayek 67.

“Suzuki berkepentingan mobil APV-nya laku terjual, begitu pula Daihatsu. Makanya mereka memodali pengurusan izin trayek KPUM,” kata Israel menjawab ThePoliticaNews.Com.

*****