Enaknya Jadi Anak Pengusaha Semacam H Anifshah, Mudah “Ngatur” Walikota

DSC02120Pembina Pengurus Daerah International Offroad Federation Sumatera Utara Musa “Doddy” Idishah (kiri) berpose bersama Walikota Medan Dzulmi Eldin sebelum pelepasan peserta “Green International Extreme Adventure” 2014 di Jl. Ringroad, Medan, Kamis (14/8).

ThePoliticaNews – Kamis, 14/8/2014, 22:03 WIB

Medan – Menyebut gawean yang tengah dilaksanakannya sebagai acara “kurang kerjaan”, namun event “Green International Extreme Adventure” atau GIXA 2014 yang digelar Musa Idishah atau Doddy bisa mendatangkan Walikota Medan Dzulmi Eldin untuk hadir dan meresmikan pembukaannya.

Itulah yang berlangsung (Kamis, 14/8) di pelataran toko yang menjual pernak-pernik bagi kebutuhan pehobi petualangan “offroad” baik yang menggunakan mobil maupun sepeda motor yakni XTrim. Di Jl. Ringroad, Medan. Tak tanggung, Eldin juga mengerahkan sejumlah bawahannya yang terdiri atas kepada dinas (SKPD).

Diantaranya Kepala Dinas Perhubungan Renward Parapat. Selain itu turut pula puluhan petugas Satpol Pamong Praja Pemko Medan.

Acara GIXA dikemas berbentuk perjalanan yang diikuti 22 offroader bermobil dan 8 bersepedamotor. Selama empat hari (14-17/8) mereka berpetualang dengan rute Medan-Tanah Karo. Dari Medan menuju Tahura (Berastagi) selanjutnya akan memasuki wilayah Simalungun, ke Merek hingga finish di Puncak 2000 (Kabanjahe, Karo).

“Kurang lebih jarak yang hendak ditempuh 200km untuk rute yang melewati hutan, sungai atau kawasan-kawasan terjal, ditambah sekitar 80km jalan beraspal,” kata salah seorang offroader yang menggunakan sepeda motor, Kinoi, menjawab ThePoliticaNews.Com.

Peserta selain para offroader dari Medan juga datang dari Aceh dan Malang. GIXA digagas oleh Pengda International Offroad Federation Sumut yang pembinanya tak lain adalah Doddy. Para offroader tergabung dalam wadah Expedition Trail Media yang pimpinan nasionalnya juga Doddy.

Kata Doddy, di tengah rute perjalanan menuju Puncak 2000 mereka akan melakukan penanaman pohon di beberapa titik. Tidak disebutkan dimana saja detailnya. Juga melakukan kerja bakti. Harapannya berkat liputan media GIXA akan membantu memperkenalkan pariwisata Sumut.

Harapan Eldin juga sama. Pariwisata Sumut yang terdiri atas berbagai kekayaan alam eksotik dapat disebarluaskan informasinya oleh para peserta GIXA selesai event tersebut berlangsung.

“Ini sebenarnya acara kurang kerjaan, menyiksa diri. Selain itu juga tak ada sponsor pendukung pendanaan,” kata Doddy.

Saat pelepasan seluruh mobil dan sepeda motor meluncur menuju Tahura oleh Eldin dan Doddy, sekitar pukul 10 Wib, sempat terjadi kemacetan panjang. Para pengguna jalan yang terdiri atas sepeda motor, mobil, bus dan truk terpaksa harus menanti sampai seluruh offroader berlalu.

Barangkali ada benarnya ucapan Doddy bahwa acara ini adalah kurang kerjaan. Selain manfaatnya terbilang tidak ada sama sekali bagi masyarakat kota Medan, juga sempat memacetkan jalan raya.

Kenapa Dzulmi Eldin harus datang “buang-buang waktu” untuk meresmikan? Bisa jadi karena Doddy adalah putra pengusaha kaya H Anifshah. Jadi mudah saja “ngatur” walikota.

*****