Festival Seni dan Budaya “Jong Batak” untuk Peringati Sumpah Pemuda

Batak 5ThePoliticaNews – Kamis, 18/9/2014, 05:53 WIB

Medan – Selain Sisingamangaraja XII yang dikenal sebagai Pahlawan Nasional, masih terdapat sekumpulan orang Batak lainnya yang turut berjuang bagi kemerdekaan Bangsa Indonesia di masa lalu.

Mereka adalah para pemuda yang turut menampilkan idealismenya, bersatu dengan orang-orang muda lainnya dari Bumi Nusantara. Di Surabaya ketika itu, mereka ikut mengikrarkan “Sumpah Pemuda”. Dari situ kemudian persatuan menguat demi mendorong lahirnya Indonesia yang berdaulat.

Bersama para pemuda yang dikenal dengan Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, dan sebagainya, Jong Batak ikut bersumpah. Bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu; Indonesia. Persisnya pada 28 Oktober 1928.

Mewakili pemuda Batak, diantaranya yang terlibat di dalam ikrar nasional itu adalah Amir Syarifuddin Harahap dan Sanusi Pane.

Dan perjuangan berbasis idealisme mereka kemudian berhasil mewujudkan cita-cita nasional. Indonesia Merdeka!

Guna mengenang upaya-upaya gigih perlawanan para pemuda mengusir para penjajah Belanda dari bumi Indonesia melalui Sumpah Pemuda, akan digelar sebuah gawean seni dan budaya atau “Festival Arts” Jong Bataks.

Adalah sekelompok seniman-seniman muda berdarah Batak di Medan yang menyelenggarakannya. Diantaranya yang sudah cukup dikenal karyanya adalah Jones Gultom dan John Fawer Siahaan. Mereka selama ini turut aktif bergiat dalam menggairahkan dunia seni melalui berbagai aktivitas kesenian dan kebudayaan di Kota Medan.

Beberapa seniman senior lainnya ikut berperan, diantaranya; Idris Pasaribu, Flores Tanjung, Dillinar Adlin Nasution, Hendrik Perangin-angin, Mangatas Pasaribu, Mukhlis Hasbullah, dan sebagainya.

“Pagelaran Jong Batak Arts Festival didasari keprihatinan terhadap kondisi budaya Batak masa kini terlebih di kalangan generasi muda, event ini perlu guna menghadirkan kembali spirit baru dengan belajar dari sejarah yakni spirit Jong Batak tempo dulu,” kata Jones yang juga Direktur Rumah Karya Indonesia menjawab ThePoliticaNews.Com (Rabu, 17/9).

Kata Jones, festival seni ini akan diisi dengan sejumlah kegiatan. Diantaranya; Pameran Foto “Geopark Toba”, Pameran Seni Rupa berlatar belakang tradisi Batak “Jejak-Jejak Budayaku” yang diikuti dengan acara diskusi.

Selain itu juga pementasan kolaborasi “I Love Batak’S”, pementasan karya-karya seni generasi muda lintas budaya Batak; Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Angkola, dan Pakpak, seminar “Nasionalisme Anak Muda Lewat Budaya”, pemutaran film, dan ditutup dengan Karnaval Budaya.

Seluruh kegiatan festival seni Jong Batak ini diselenggarakan di Taman Budaya Sumatera Utara di Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan. Berlangsung pada 25 Oktober – 1 November 2014.

“Festival Arts ini akan amat berguna untuk menggali dan mengembangkan keragaman seni budaya tradisional Batak, menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan karya seni tradisi Batak, merangsang minat generasi muda terhadap karya seni tradisi Batak, dan menjadikan seni tradisi Batak sebagai salah satu industri ekonomi kreatif,” tutur Jones.

Kepanitiaan Festival Arts Jong Batak beraktivitas di sekretariat Rumah Karya Indonesia di Jl. Sisingamangaraja No. 132A, Medan. Telepon; 061-7331555, faximile; 061-7331927. Mobile; 081361257934 dan 08566134917.

*****