“Karpet Merah” dari Bank Sumut bagi Anggota DPRD yang Berniat “Menggadaikan” SK-nya

DSC02461Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari FPDI Perjuangan Brilian Muktar berpose dengan tiga petugas pemasaran Bank Sumut seusai diperkenalkan kredit senilai Rp 500 juta bagi setiap anggota dewan cukup dengan mengagunkan SK pelantikannya, Kamis (18/9).

ThePoliticaNews – Jumat, 15/9/2014, 11:57 WIB

Medan – Baru terbilang beberapa hari dilantik (Senin, 19/9), kepada seratus anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara sudah mulai berdatangan tawaran aneka kemudahan. Salah satunya yang terlihat jelas adalah dari Bank Sumut.

Oleh bank plat merah yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah daerah ini, para wakil rakyat ditawari kredit dengan cara yang amat menggiurkan. Jumlahnya lumayan, setiap orang bisa mengajukan pinjaman Rp 500 juta.

Syaratnya, cukup “menggadaikan” surat keputusan atau SK penetapan menjadi anggota DPRD. Dan “karpet merah”-pun dibentangkan menyambut mereka.

Kedatangan tiga petugas pemasaran atau marketer Bank Sumut, Kamis kemarin, ke gedung DPRD Sumut yang berada di Jl. Imam Bonjol, Medan, menunjukkan fakta tersebut. Ketiganya adalah Sisil Sitorus, Desy Trisnawati, dan Nina Husein.

Persis menjelang kepulangan beberapa anggota dewan sekitar pukul 6 sore, Sisil Cs menunggu di koridor bagian depan gedung. Titik yang strategis sebab siapa saja yang hendak masuk atau keluar gedung hampir pasti melalui koridor tersebut. Para anggota dewan umumnya, setiap supirnya pasti menurunkan atau menjemput mereka dari titik itu.

Dari pantauan ThePoliticaNews.Com, para marketer yang mengenakan seragam berwarna coklat tua tersebut dengan luwes menawarkan produknya kepada salah seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan Brilian Muktar.

Kata Nina, kredit yang ditawarkan kepada para anggota DPRD Sumut itu merupakan produk kredit multiguna. Hanya dengan mengagunkan SK masing-masing, keseratus mereka bisa menikmati pinjaman yang dibayar dalam jangka waktu lima tahun sebagaimana masa periodenya. Besar bunganya hanya 8,19%.

Kemudahan lainnya, ungkapnya, tidak dibutuhkan biaya administrasi serta provisi dari anggota dewan yang akan memanfaatkan kesempatan kredit tersebut. Bagi anggota dewan yang meninggal dunia di tengah masa periode kewajiban pembayaran kreditnya dihentikan. Begitu pula bagi yang mengalami pergantian antar waktu.

“Ayolah Pak, ambil saja kredit ini. Dari pada ke bank swasta lain kan lebih bagus ke bank milik pemerintah Sumut. Kan orang bapak juga bekerja untuk Sumut,” kata marketer lainnya, Sisil.

Menanggapi tawaran tersebut, Brilian menyebutkan bahwa kredit dari Bank Sumut terhadap anggota dewan sangat menguntungkan. Sangat jelas kemudahan yang disediakan cukup menguntungkan. Dia mendukung siapa saja koleganya yang akan memanfaatkan kredit itu.

“Saya, bisa iya dan bisa juga tidak, apakah akan memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan Bank Sumut ini. Yang pasti cukup menguntungkan,” kata Brilian yang menjadi anggota DPRD Sumut untuk periode kedua.

Tak hanya kepada Brilian, Sisil dan kedua temannya juga menawarkan produk mereka kepada anggota dewan lainnya. Diantaranya kepada beberapa anggota Fraksi Demokrat seperti HT Milwan, Mustofawiyah, Arifin Nainggolan, dan Sopar Siburian.

Monggo bapak dan ibu dewan dimanfaatkan, sangat membantu guna membayar urang-utang kampanye lalu.

*****