Konsultan Hukum Enggan Komentari Paul yang Berikan Eveready Pesangon Rp 1 M dan Mobil 1 Unit

DSC02435Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara Eveready Sitorus

ThePoliticaNews – Selasa, 9/12/2014, 21:20 WIB

Medan – Menegaskan bahwa antara dirinya dengan bekas bosnya di PT Sri Timur (anak perusahaan PT Rapala) yakni Paul Baja Marulut Siahaan tidak ada persoalan apapun, kepada ThePoliticaNews.Com Eveready Sitorus pernah menyatakan dia diberikan pesangon sebesar Rp 1 miliar berikut satu unit mobil ketika berhenti bekerja.

Itu terjadi pada awal 2013 sebelum dirinya mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif pada Pileg 2014.

Oleh karenanya Eveready yang kemudian berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Sumatera Utara dari partai Gerindra tidak habis pikir kenapa diadukan melakukan penipuan dan penggelapan terhadap uang Sri Timur sebesar Rp 200 juta.

Disebutkan dalam pengaduan Lambok Evalina Hutapea yang bertindak atas nama perusahaan, Eveready tidak membayarkan uang ganti rugi tanah di Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat (Langkat) kepada M Siddik selaku kuasa lima orang pemilik. Padahal uang tersebut sudah diterimanya dari kasir perusahaan.

Dengan sejumlah bukti berupa kuitansi penyerahan duit sebesar Rp 200 juta (8 Oktober 2012) kepada M Siddik di Hotel Lexxus (Medan), surat kuasa dari lima orang pemilik tanah kepada M Siddik, di persidangan di Pengadilan Negeri Medan (Senin, 9/12) Eveready membantah semua tuduhan kepadanya.

Barang bukti tersebut diperkuat beberapa lembar kuitansi pembayaran ganti rugi oleh M Siddik kepada warga pemilik tanah pada medio November 2012. Dengan adanya pembayaran ganti rugi, saat ini Sri Timur telah menguasai dan menanami tanah dimaksud.

Akan tetapi tuduhan kepada Eveready yang masih menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Sumut terus berlanjut. Hingga saat ini dia ditahan di Rumah Tahanan Tanjung Gusta.

Terkait pesangon berupa uang dan mobil yang diterimanya, ThePoliticaNews.Com berusaha mengkonfirmasinya kepada konsultan hukum Paul yakni Tribrata Hutauruk. Akan tetapi dia tidak berusaha membantah atau membenarkannya.

“Bukan kapasitas saya menjawab pertanyaan tersebut, tanyakan saja kepada perusahaan,” katanya seusai sidang (Selasa, 9/12).

Tentang alasan berhentinya Eveready dari Sri Timur, dia hanya menyebutkan kemungkinan perusahaan sudah merasa cukup waktunya bagi dia untuk bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga disepakatilah agar Eveready mengundurkan diri. Tidak ada persoalan apapun.

*****