Soal Tangisannya di Sidang Eveready Sitorus, Evalina Dilarang Berbicara kepada Wartawan

DSC02436Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara Eveready Sitorus

ThePoliticaNews – Selasa, 9/12/2014, 18:21 WIB

Medan – Soal tangisannya yang pecah ketika bersaksi di sidang dakwaan penipuan dan penggelapan di Pengadilan Negeri Medan (Senin, 8/12) yang ditujukan kepada Eveready Sitorus, Lambok Evalina Hutapea dilarang berbicara kepada wartawan.

Pelarangan tersebut dialami ThePoliticaNews.Com ketika berusaha mewawancarai Evalina seusai sidang lanjutan yang berlangsung hari ini (Selasa, 9/12). Dia berusaha menjauhkan muka dan bersembunyi di balik pengawalan beberapa pekerja PT Sri Timur yang turut hadir di PN Medan.

“Jangan, jangan diwawancarai ibu ini. Kesana saja kepada Pak Tribrata (konsultan hukum Sri Timur) kalau mau wawancara,” kata salah seorang pengawal Evalina yang diketahui bernama Aseng Nainggolan.

Usaha ThePoliticaNews.Com yang menyebutkan hendak mengkonfirmasi arti tangisan Evalina yang tidak mungkin ditanyakan kepada orang lain tetap ditolak Aseng. Dia berusaha menjauhkan wartawan agar tidak berbicara kepada sekretaris Paul Baja Marulut Siahaan yang tidak lain adalah pemilik PT Rapala (induk perusahaan Sri Timur).

Oleh Jaksa Juliana Tarihoran pada persidangan kedua kemarin yang mengadili Eveready; tiga orang saksi memberatkan dihadirkan. Selain Evalina juga ada Tribrata Hutauruk dan M Siddik (kuasa lima orang warga pemilik tanah).

Bersaksi pada kesempatan pertama, Evalina sempat meneteskan air mata ketika ditanyai Eveready sebagai terdakwa. Dia ditanya soal kondisi tanah di Desa Sei Tualang (Kecamatan Brandan Barat, Langkat) yang diganti rugi apakah saat ini masih dalam masalah.

“Setahu saya sudah tidak ada masalah dengan tanah itu…,” kata Evalina sesugukan.

Evalina juga menyebutkan adalah perintah Paul untuk tidak mengundang Eveready guna mengkonfirmasi kebenaran ganti rugi tanah senilai Rp 200 juta yang disebutkan M Siddik tidak dibayarkan kepadanya. Eveready langsung dilaporkan ke kepolisian melakukan penipuan dan penggelapan.

Akibatnya pada 8 September Eveready ditangkap dan ditahan di tahanan Polda Sumut. Pada pelantikannya sebagai anggota DPRD Sumut dari partai Gerindra, dia dikawal enam orang intel. Saat ini Eveready yang ditempatkan di Komisi A mendekam di Rumah Tahanan Tanjung Gusta.

Selain Evalina, dua saksi lainnya yang juga perempuan ikut dijauhkan dari ThePoliticaNews.Com. Tujuannya agar mereka tidak ditanyai soal apapun. Dengan buru-buru ketiganya digiring masuk ke mobil meninggalkan PN Medan.

*****