Ayo ke Samosir, Ada Konser Musik “Mulak tu Bona Pasogit” di Kampung Kelahiran Sitor Situmorang

RKI - mulak - revisiThePoliticaNews – Minggu, 14/12/2014, 19:47 WIB

Medan – Penghujung tahun 2014 sudah di depan mata. Saat-saat dimana bagi warga dari etnis Batak (Toba) sangat dinanti-nantikan. Khususnya yang berada di perantauan. Sebab di waktu-waktu seperti itulah mereka akan mulak tu huta (pulang kampung). Mulak tu bona pasogit, mudik ke kampung lelulur tempat asal muasal nenek moyang.

Bila tahun-tahun lalu pulang ke kampung halaman mungkin terasa agak membosankan, terutama karena situasinya yang kontras dengan di perkotaan, sehingga sering menimbulkan keengganan untuk mudik, kali ini akan berbeda.

Ada konser musik bertajuk “Mulak tu Bona Pasogit” yang akan digelar persis pada 30 Desember. Di kampung tempat sastrawan kenamaan Sitor Situmorang dilahirkan. Tepatnya di Harian Boho, Kabupaten Samosir. Ayo pulang!

Penyelenggara konser, Rumah Karya Indonesia, memastikan akan hadir suguhan-suguhan musik memikat yang berusaha mengingatkan orang Batak (khususnya yang berasal dari Samosir) untuk selalu pulang kampung. Kampung yang kian lama kondisinya kian memprihatinkan.

Sejumlah musisi, perorangan maupun komunitas, dihimpun untuk tampil memeriahkan. Tak cuma berasal dari Medan atau Sumatera Utara. Tetapi juga dari Jakarta dan Yogyakarta, bahkan Rumania.

Diantaranya adalah jagoan seruling Martogi Sitohang yang kiprahnya sudah sangat dikenal. Hardoni Sitohang & Team, KOtantra USu, Black Canel USU, Komunal Primitif USU, Incidental Music, T n F Brass Band, Hendra Ginting, Forum Generasi Muda Batak, Anak-anak Harian Boho, Jendela, Toba, Seribu Sajak Tao Toba, dan RKI.

Dari Jakarta; Horjabius, Gorame Band, dan Paulus Simangunsong. Dari Yogyakarta NOS, sedangkan dari Rumania; Mihai.

Menurut manajer program RKI Ojax Manalu, adalah pemain gondang (alat musik gendang tradisional Batak) Martahan Sitohang yang merupakan penggagas konser “Mulak Tu Bona Pasogit”.

Sebagai seniman muda yang kiprah musiknya sudah melanglang hingga ke luar negeri, Martahan tidak pernah berkeinginan melupakan kampung halamannya. Di hatinya selalu muncul pertanyaan, “Diingot ho dope? Mulak tu bona pasogit.” (masih ingatkah kau, pulang ke kampung halaman).

“Pertanyaam itulah yang membuat Matahan yang beberapa bulan lalu menerima penghargaan MURI melahirkan gagasan konser musik “Mulak Tu Bona Pasogit”. Dan ternyata mendapat respon yang sangat baik dari berbagai pegiat seni budaya sehingga mereka bersedia tampil,” kata Ojax di dalam rilisnya.

Pra-konser, serangkaan acara digelar sebagai pendahuluan. Selama dua hari, 28-29/12, digelar workshop musik Batak dan drama di Rumah Bolon di Harian Boho. Diperuntukkan bagi anak-anak sekolah. Lalu bersih-bersih lingkungan yang melibatkan warga. Pameran foto Geopark Kaldera Toba dan penulisan puisi tentang Danau Toba.

Selain itu juga pembacaan puisi karya-karya Sitor Situmorang, menggambar bersama anak-anak Harian Boho, serta monolog.

“Untuk semua aktivitas di atas tidak dipungut biaya apapun dari pengunjung, gratis. Tujuannya demi menggairahkan pariwisata Danau Toba. Tak ketinggalan beragam sajian kuliner dan souvenir akan memanjakan pengunjung. Lahan parkir yang cukup luas tersedia di halaman kantor camat, ungkap Ojax.

*****