Komut Bluebird Group Bayu Priawan: Pengusaha Muda Sumut akan Unggul Bersaing di MEA 2015

DSC01155Komisaris Utama Bluebird Group Holding Company Bayu Priawan Djokosoetono

ThePoliticaNews – Sabtu, 20/12/2014, 12:56 WIB

Medan – Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015 mendatang akan menandai terciptanya pasar tunggal bagi iklim bisnis di seluruh negara di Asia Tenggara. Termasuk di Indonesia. Tentu saja juga di Sumatera Utara. Akibatnya persaingan antar pebisnis bakal kian ketat.

Kendati demikian pengusaha muda Sumatera Utara diyakini akan tetap unggul. Sebab lebih mengenal wilayah berikut segala potensinya dibanding pengusaha lainnya.

Komisaris Utama Bluebird Group Holding Company Bayu Priawan Djokosoetono menjelaskan dalam satu kesempatan di Medan beberapa hari lalu. Bluebird merupakan perusahaan transportasi dengan jaringan bisnis di seluruh Indonesia.

Ungkap Bayu, cukup intensifnya pemerintah mempromosikan destinasi wisata di Sumut akhir-akhir ini merupakan sebuah peluang besar untuk berkembang bagi pengusaha-pengusaha muda lokal. Terbukti dengan dibangunnya Bandara Internasional Kualanamu yang begitu megah.

Seharusnya kondisi di tahun-tahun mendatang menjadi lebih bagus sebab telah ada rencana pembangunan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan, jalan tol dan rel kereta api yang menghubungkan ujung utara hingga selatan pulau Sumatera.

Lebih jauh Bayu yang juga Bendahara Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia mengungkapkan bahwa salah satu persoalan ekonomi di Indonesia saat ini adalah tidak meratanya kesempatan berusaha.

Oleh karenanya rencana pemerintah mengembangkan perekonomian di luar pulau Jawa perlu disambut gembira. Seperti proyek-proyek pembangunan berbasis maritim, para pengusaha muda harus mendukung dan mengambil manfaat.

“Pergeseran pola pembangunan itu diyakini bakal banyak membuka kesempatan berusaha baru, persoalannya adalah bagaimana para pengusaha muda di Sumatera Utara bisa memanfaatkannya,” kata Bayu yang akan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum BPP HIMPI 2014-2017.

Agar bisa meraih kesempatan itu, Bayu menyebutkan para pengusaha muda harus siap  memasuki perjuangan berat. Sebab akan ada persaingan dengan para pengusaha kuat baik nasional maupun asing.

“Para pengurus HIPMI kelak harus menyadari perlunya kerjasama yang lebih erat lagi, misalnya dengan membentuk riset center guna menyediakan informasi yang dibutuhkan para investor,” tegas Bayu.

*****