Sidang Dilanjutkan, Eveready Hadirkan Gindo Nadapdap sebagai Pembela

SAM_0202Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara Eveready Sitorus

ThePoliticaNews – Kamis, 8/1/2015, 23:10 WIB

Medan – Setelah tertunda selama hampir satu bulan, sidang terhadap terdakwa Eveready Sitorus yang dituduh melakukan tindak pidana penipuan kembali dilanjutkan. Hari ini (Kamis, 8/1) sidang diisi dengan kesaksian tiga orang pemilik tanah yang tanahnya diambil alih PT Sri Timur.

Terdapat tiga pemilik tanah yang dihadirkan sebagai saksi; Suparmin, Muhammad Ridwan, dan Amiruddin.

Berbeda dari sidang-sidang sebelumnya, sebagai terdakwa Eveready tidak tampil sendirian. Untuk pertama kalinya dia didampingi pembela atau penasihat hukum dari kantor Firma Hukum Perisai Keadilan yakni Gindo Nadapdap.

Di persidangan yang dipimpin Parlindungan Sinaga sebagai ketua majelis hakim, satu persatu para saksi memberikan keterangan khususnya terkait ganti rugi yang mereka peroleh atas peralihan kepemilikan tanah kepada Sri Timur.

Dari ketiganya, hanya Amiruddin yang mengaku kenal kepada Eveready. Oleh M Siddik yang merupakan kuasa masyarakat terhadap proses ganti rugi Amiruddin pernah diajak bertemu dengan Eveready di kantor Sri Timur.

Berturut-turut Suparmin, M Ridwan, dan Amiruddin menyebutkan dari M Siddik mereka menerima ganti rugi senilai Rp 2,5 juta, Rp 3 juta, dan Rp 5 juta. Perbedaan tersebut berdasarkan luas tanah yang tidak sama.

“Nilai ganti rugi itu ditentukan berdasarkan kesepakatan. Saya menerima uangnya dari M Siddik selaku kuasa. Katanya uang itu dari Sri Timur,” kata Suparmin yang mengaku semula memiliki tanah seluas 200 m2.

Uang mereka terima setelah menandatangani kuitansi yang dilengkapi meterai.

Fakta lain coba ditampilkan Gindo. Kepada masing-masing saksi berusaha dikonfrontir kuitansi yang ada pada Eveready. Berdasarkan kuitansi tersebut Suparmin disebutkan menerima ganti rugi sebesar Rp 75 juta dan M Ridwan Rp 20 juta. Akan tetapi keduanya membantah. Berbeda dengan Amiruddin yang mengakui kebenaran kuitansi yang diperlihatkan.

Terhadap bantahan tersebut, kepada ThePoliticaNews.Com, Gindo menyatakan keheranannya. Diduga M Siddik sebagai kuasa masyarakat telah melakukan sejumlah manipulasi demi menjerat Eveready.

“Saya curiga M Siddik telah melakukan rekayasa dalam hal pembayaran ganti rugi terhadap tanah warga oleh Sri Timur,” kata Gindo.

Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Untuk diketahui Eveready Sitorus merupakan anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara yang diduga dikriminalisasi perusahaan tempatnya pernah bekerja selama 20 tahun lebih yakni PT Sri Timur.

Oleh mantan bosnya Paul Baja Marulut Siahaan, Eveready dituduh melakukan penipuan uang sebesar Rp 200 juta yang diperuntukkan bagi ganti rugi tanah di Desa Sei Tualang, Pangkalan Brandan Barat, Langkat. Peristiwa tersebut terjadi pada 2012.

Akibat tuduhan penipuan tersebut belum satu haripun Eveready menikmati kursi keanggotaan sebagai wakil rakyat. Bahkan ketika dilantik pada September tahun lalu dia harus dikawal sepasukan polisi dari Polda Sumut.

*****