Penggelapan, Anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus Dituntut 2 Tahun Penjara

SAM_0239Anggota Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara Eveready Sitorus

Medan – Melalui persidangan yang berjalan singkat (Rabu, 28/1), anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus yang didakwa melakukan penggelapan dan penipuan dituntut hukuman penjara dua tahun. Jaksa dari Kejari Medan, Maria Tarigan, membacakan tuntutan di hadapan majelis sidang Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Parlindungan Sinaga.

Dari pantauan ThePoliticaNews.Com, dimulai pada pukul 09.44 Wib, sidang berlangsung kurang dari lima menit. Berakhir apda 09.48 Wib. Atas persetujuan majelis hakim, jaksa tidak diharuskan membacakan pertimbangan-pertimbangan yang menjadi dasar pembuatan keputusan.

Pembacaan tuntutan dipersingkat hanya pada ancaman hukuman penjara yang dijatuhkan kepada Eveready yakni dua tahun.

Terhadap tuntutan tersebut, Parlindungan memberi kesempatan kepada Eveready untuk mempersiapkan pledoi atau pembelaan. Direncanakan sidang pembacaan pembelaan akan dilangsungkan Senin (2/2) pekan depan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Eveready diadukan oleh bekas bosnya di PT Sri Timur yakni Paul Baja Marulut Siahaan dengan tuduhan melakukan penipuan sebesar Rp 200 juta. Uang tersebut semula diperuntukkan bagi ganti rugi tanah di Desa Sei Tualang, Pangkalan Brandan Barat, Langkat.

Pengaduan tersebut terbilang janggal sebab saat ini tanah dimaksud telah dikuasai PT Sri Timur dan telah ditanami kelapa sawit. Di persidangan sempat terungkap bahwa Eveready bersedia mengganti uang yang dituduhkan digelapkannya. Akan tetapi Paul tidak bersedia dan meneruskan gugatannya.

Karena ditahan di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, sejak dilantik sebagai anggota legislatif tahun lalu Eveready tak bisa menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Dia ditempatkan partainya duduk sebagai anggota Komisi A.

*****