Setelah Chairuman Harahap, akan Ada Satu lagi Politisi Jadi Komisaris di PT Inalum?

SAM_0579ThePoliticaNews – Senin, 23/3/2015, 17:39 WIB

Medan – Kemewahan luar biasa bagi para politisi. Ada saja jabatan yang berimplikasi kenikmatan yang mereka dapatkan. Dari jabatan yang sifatnya politis sampai non-politis, hanya soal waktu mereka begitu mudah mendapatkannya.

Chairuman Harahap salah satunya. Setelah pensiun berkarir di lembaga kejaksaan, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ini “melompat” menjadi politisi partai Golkar. Kursi wakil rakyat di Senayan (DPR RI) kemudian “dicicipinya”. Selama lima tahun, 2009-2014. Jabatan sebagai Ketua Komisi III yang membidangi hukum sempat pula diembannya.

Kendati tak terpilih kembali menjadi wakil rakyat melalui Pemilu Legislatif 2014 lalu, tak berarti bekas calon Gubernur Sumut kehilangan pekerjaan. Malah tak kalah mentereng dibanding sebagai anggota parlemen, jabatan komisaris di PT Inalum “dihibahkan” kepada ayah empat orang anak ini.

PT Inalum adalah perusahaan penghasil aluminium batangan (ingot) yang beroperasi di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumut. Semula perusahaan ini merupakan patungan dengan Jepang. Sejak akhir 2013, bersamaan dengan berakhirnya kontrak, 100% sahamnya menjadi milik Indonesia. Statusnya berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

Bersama empat orang lainnya, Chairuman yang juga pernah menjadi anak buah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semasa menjabat Menteri Kordinator Politik dan Keamanan menjadi komisaris di Inalum. Salah seorang diantaranya adalah mantan Dirjen Pajak Fuad Rahmany.

Bersamaan dengan terjadinya perubahan kepengurusan di sejumlah BUMN saat ini, dari sumber terpercaya ThePoliticaNews.Com mendapatkan informasi bahwa hal tersebut juga akan berlangsung di Inalum. Akan ada kocok ulang.

Setidaknya jabatan komisaris Inalum yang akan berubah ada satu. Sebagaimana diketahui beberapa hari lalu Fuad Rahmany dikabarkan menduduki posisi baru yakni komisaris di Bank Rakyat Indonesia. Dengan demikian mantan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam) tersebut akan diganti dengan orang baru.

Lalu siapa yang akan menggantikan Fuad? Disebut-sebut orang yang bakal menggantikannya adalah seorang politisi muda yang pernah menjadi aktivis mahasiswa. Partainya? Tak lain adalah yang tergabung di Koalisi Indonesia Hebat yang merupakan pendukung Presiden Jokowi.

Kepada pejabat Humas Inalum, Moranta Simanjuntak, yang dikonfirmasi soal perubahan jabatan komisaris ini, dia mengatakan belum mengetahuinya.

Menurut Moranta, semula sudah dijadwalkan bahwa Inalum akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham pada 16 Maret lalu. Akan tetapi kemudian berubah menjadi 30 Maret. Itu pun juga belum bisa dipastikan apakah tidak akan mengalami perubahan.

“Kita menyesuaikan dengan jadwal Kementerian BUMN, kalau menterinya dipanggil Presiden berarti waktunya berubah. Berbagai hal penting menyangkut laju perusahaan akan dirapatkan di RUPS tersebut,” katanya menjawab ThePoliticaNews.Com melalui sambungan telepon.

Tentang politisi yang diangkat menjadi komisaris di Inalum, Moranta menyatakan penentuannya ada di kementerian. Inalum hanya menerima ketika menteri sudah menetapkan.

*****