Dipilih Djulmi Eldin Menjadi Wakil, Akhyar Nasution Mengaku Sempat Kaget

???????????????????????Calon Wakil Walikota Medan 2015-2020 Akhyar Nasution

ThePoliticaNews – Rabu, 29/7/2015, 23:36 WIB

Medan – Nyaris tak pernah tersiar bakal diusung menjadi calon pimpinan Kota Medan 2015-2020 yang akan bertarung pada Pilkada 9 Desember mandatang, baik sebagai walikota maupun wakilnya, Akhyar Nasution menyatakan sempat terkaget-kaget ketika ditelepon Walikota petahana Djulmi Eldin untuk menjadi calon wakilnya.

Begitu dijelaskan Akhyar yang adalah Wakil Sekretaris PDI Perjuangan Sumatera Utara pada Halal Bihalal Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Sumut di salah satu restoran di bilangan Jl. Dr Mansur Medan, Rabu (29/7).

Akhir pekan lalu kira-kira pukul 11 malam, kata Akhyar, dia ditelepon Djulmi yang memintanya menjadi calon wakil walikota Medan.

“Kenapa saya, kenapa bukan nama lainnya,” kata mantan anggota DPRD Medan periode 199-2004 tersebut merespon permintaan Djulmi.

“Saya memilih namamu karena sudah mengenal dirimu,” papar Akhyar menirukan jawaban Djulmi.

Oleh Djulmi, kata Akhyar, dia bertanya kepada para koleganya di Pemko Medan tentang dirinya berikuat segala tindak-tanduknya baik ketika menjabat sebagai anggota DPRD Medan maupun sesudahnya. Ternyata tidak satupun yang memberikan penilaian negative.

“Saya memang bukan pribadi yang mampu mempermalukan seseorang di jajaran Pemko Medan di hadapan orang lain, begitulah yang saya lakukan ketika menjadi wakil rakyat,” kata alumni Fakultas Teknik Sipil USU tersebut.

Selanjutnya setelah benar-benar yakin Djulmi memilihnya menjadi pasangan, Akhyar kemudian meminta izin kepada Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih. Dari Japorman dukungan penuh diperolehnya, kendati dalam waktu yang sama terdapat beberapa nama kader lainnya yang sudah mengemuka.

“Barulah kemudian hari Minggu saya dan Djulmi mendapat dukungan tertulis dari DPP, lalu mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Kota Medan,” kata Akhyar.

Disebutkan bahwa dipilihnya Akhyar oleh Djulmi tidak terlepas dari tawar-menawar dengan PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut hanya mau mendukung Djulmi jika wakilnya berasal dari PDIP. Maka terpilihlah Akhyar. Dengan demikian nama-nama sebelumnya yang sempat mengemuka seperti Sastro, Samuel Panjaitan dan Hasyim, tersingkir.

Selain PDIP, pasangan Djulmi – Akhyar juga didukung partai Golkar dan Nasdem. Lawan mereka, Ramadhan Pohan – Eddie Kusuma diusung partai Demokrat, Gerindra, dan Hanura.

*****