Festival Film untuk Pelajar Sumatera Utara dari RKI

RKI - Festival Film 2015

ThePoliticaNews – Rabu, 9/9/2015, 15:56 WIB

Medan – Bekerja sama dengan Yayasan Komunikasi Masyarakat (Yakoma) PGI dan Aliansi Sumut Bersatu, kembali Rumah Karya Indonesia menggelar kompetisi yang bertujuan merangsang kreativitas seni masyarakat di Sumatera Utara. Kali ini giliran animo anak-anak muda usia sekolah yang disasar. Melalui ajang Festival Film Pelajar Sumatera Utara.

Disebutkan Direktur RKI Jhon Fawer Siahaan dalam rilisnya yang diterima ThePoliticaNews.Com, perlombaan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan workshop film yang sudah diselenggarakan sejak Februari lalu di delapan Kota di Sumatera Utara.

Sejumlah tahapan menuju FFP, kata Jhon, sudah dan akan dilangsungkan dalam berbagai bentuk. Yang pertama, proses pengumpulan karya berbentuk ide cerita (1-31 Agustus). Kedua, Master Class Film (11-13 September). Ketiga, produksi karya film (14 September -14 Oktober). Lalu yang terakhir adalah puncaknya, pengumuman pemenang pada 29 Oktober mendatang. Untuk keseluruhan hajatan tersebut, Goodman Saragih, Hanna Taringan dan Adie Damanik, bertanggungjawab sebagai coordinator pelaksana.

“Tampaknya banyak pelajar yang antusias mengikuti acara RKI ini, terbukti sebanyak 84 ide cerita sudah dikirimkan ke panitia. Karya-karya itu datang dari pelajar di 13 kabupaten/kota di Sumut,” kata Jhon.

Papar Jhon, dari jumlah tersebut sudah ditetapkan 10 karya ide cerita terbaik. Para pemenang terpilih akan berkesempatan mengikuti kegiatan master class di Pematang Siantar.

Adapun kesepuluh ide cerita tersebut adalah: “Barus” (SMA Andam Dewi Tapanuli Tengah), “Andaiku Bisa Kembali” (SMA St. Nahanson Parapat, Tapanuli Utara), “Mimpi Yang Menyadarkan” (SMA Negeri 1 Pematang Siantar), “90 Menit” (SMK Pembda Nias), “Kita Indonesia” (SMA Negeri 1 Tebing Tinggi), “Sila Ke-3” (SMA Dharmawangsa Medan), “Surat Untuk Ustad dan Pastor” (SMA Negeri 1 Pantai Cermin, Deli Serdang), “Mayoritas dan Minoritas” (SMA Unggulan DEL Toba Samosir), “Aku Anak Indonesia” (SMA Metodist Binjai) dan “Minoritas” (SMA Negeri 1 Berastagi).

“Mereka yang menghasilkan ide cerita terbaik itu akan mengikuti Master Class Film di Siantar Hotel pada 11-13 September. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pelajar tentang film dan kebhinnekaan sehingga karya-karya tersebut akan lebih baik ketika diproduksi menjadi film,” papar Jhon.

Selanjutnya setelah karya film rampung dikerjakan, akan dipilih satu diantaranya sebagai yang terbaik. Pengumumannya dilaksanakan pada 29 Oktober bersamaan dengan penyelenggaraan “Jong Bataks Arts Festival”.

*****