Korban Kriminalisasi Perusahaan Milik Sukanto Tanoto Menang di PN Balige

SAMMAS BakumsuSammas Sitorus (tengah, berkemeja batik) diapit penasihat hukum dan warga Lumban Sitorus berpose di depan kantor Pengadilan Negeri Balige.

ThePoliticaNews – Rabu, 27/1/2016, 16:10 WIB

Medan – Dituduh PT Toba Pulp Lestari sebagai pelaku penganiayaan, Sammas Sitorus akhirnya memenangkan persidangan di Pengadilan Negeri Balige. Fakta tersebut diketahui sesuai keputusan majelis hakim yang dipimpin Derman Nababan (Senin, 25/1).

Oleh perusahaan produsen kertas yang merupakan milik taipan Sukanto Tanoto tersebut tuduhan penganiayaan bermula dari aksi demonstrasi yang berlangsung pada 14 Juli 2015 lalu.

Atas nama Persatuan Masyarakat Adat Lumban Sitorus (PERMADES), Sammas bersama warga lainnya menuntut agar TPL yang semula bernama PT Inti Indorayon Utama mengembalikan tanah milik mereka. Disebutkan TPL sudah menguasai tanah warga selama kurang lebih 30 tahun.

Tuduhan penganiayaan terhadap Sammas disebutkan dilakukan kepada Mangoloi Pardede yang merupakan Manajer Penyediaan Bahan Baku di TPL.

Atas keputusan PN Balige yang memenangkan Sammas, Tim Penasehat dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (BAKUMSU) menyatakan sangat mengapresiasinya. Keputusan tersebut merupakan langkah maju di tubuh penegak hukum terutama institusi kehakiman dan pengadilan.

“Keputusan PN Balige itu menegaskan bahwa Sammas Sitorus merupakan korban upaya kriminalisasi oleh PT TPL melalui Mangoloi Pardede sebagai pelapor sekaligus upaya pelemahan aktivitas masyarakat adat Lumban Sitorus yang menuntut  pengembalian tanah adat mereka yang telah dirampas,” kata Manambus Pasaribu dari BAKUMSU dalam siaran persnya yang juga diterima ThePoliticaNews.Com.

Manambus mendesak negara segera melaksanakan amar putusan PN Balige terutama pemulihan hak dan martabat Sammas. Juga memberikan jaminan perlindungan keamanan bagi masyarakat adat Lumban Sitorus memperjuangkan hak atas tanah adatnya yang dirampas dan dikuasai PT TPL.

*****